Kepala BPOM RI Taruna Ikrar Dorong Kepemimpinan Berbasis Neurosains, Mahasiswa Unram Diminta Hadirkan Dampak Nyata bagi Masyarakat

Nusa Brita| Mataram — Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., memberikan kuliah umum di Universitas Mataram (Unram), Nusa Tenggara Barat, Kamis, 8 Oktober 2026.

Kuliah umum tersebut mengangkat tema “Membangun Kepemimpinan Berbasis Neurosains untuk Menghadapi Tantangan Nasional dan Global.” Dalam kesempatan itu, Taruna Ikrar berbagi pengalaman perjalanan akademik, aktivisme, hingga kiprahnya dalam berkarier dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Di hadapan mahasiswa Unram, Taruna mengatakan perjalanan hidup dan karier tidak selalu berjalan lurus. Ia mengaku pernah menjalani fase sebagai aktivis yang tidak selalu berbanding lurus dengan pencapaian akademik.

“Dalam catatan sejarah saya, menjadi aktivis tidak selamanya berarti gagal di bidang akademik,” ujar Taruna.

Ia juga mengaku memiliki pengalaman emosional tersendiri ketika kembali hadir di lingkungan kampus. Menurutnya, berada di Universitas Mataram membuat dirinya seolah kembali menjadi mahasiswa.

“Saya datang ke kampus Universitas Mataram ini rasanya seperti kembali menjadi mahasiswa, seperti masuk ke dalam kolam ikan,” ungkapnya.

Taruna berharap kehadirannya dalam kuliah umum tersebut tidak sekadar menjadi agenda akademik, tetapi dapat memberikan inspirasi kepada mahasiswa untuk berani membangun kapasitas diri, mengembangkan kepemimpinan, serta mengambil peran dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.

Ia juga mendorong Universitas Mataram untuk terus memperkuat posisi sebagai perguruan tinggi unggulan yang mampu bersaing di tingkat global.

Menurut Taruna, pengalaman batin dan perjalanan karier yang dilaluinya menjadi bagian penting yang dapat dibagikan kepada generasi muda. Baginya, ilmu pengetahuan tidak seharusnya berhenti di ruang kelas maupun menjadi sekadar pencapaian akademik.

“Kita berharap kuliah ini menjadi inspirasi. Tidak ada gunanya ilmu jika tidak memberikan dampak positif kepada masyarakat,” tegasnya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi ajakan kepada mahasiswa agar menjadikan ilmu, pengetahuan, dan kepemimpinan sebagai instrumen untuk menghadirkan perubahan nyata. Di tengah tantangan nasional dan global yang semakin kompleks, Taruna menilai generasi muda membutuhkan kemampuan berpikir, mengambil keputusan, serta memimpin dengan pendekatan yang semakin adaptif dan berbasis ilmu pengetahuan.

Melalui pendekatan neurosains, kepemimpinan tidak hanya dipandang dari kemampuan seseorang dalam mengelola organisasi, tetapi juga dari bagaimana memahami proses berpikir, emosi, pengambilan keputusan, serta perilaku manusia.

Kuliah umum Taruna Ikrar di Unram diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa sekaligus memotivasi mereka untuk mengembangkan kepemimpinan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan tantangan masa depan.

(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *