Nusa Brita | MATARAM — Majelis Dzikir Pancor Manis akan menggelar Musyawarah Besar (Mubes) ke-V pada Sabtu–Ahad, 5–6 September 2026, bertempat di Hotel Lombok Garden, Mataram.
Agenda tersebut menjadi momentum penting bagi keluarga besar Majelis Dzikir Pancor Manis dalam memperkuat ukhuwah, mengevaluasi perjalanan organisasi, sekaligus menentukan arah kepemimpinan ke depan.
Mubes ke-V ini mengusung semangat untuk melahirkan kepemimpinan yang amanah, solid, dan mampu membawa Majelis Dzikir Pancor Manis menuju kemajuan yang lebih baik.
Musyawarah besar bukan sekadar agenda pergantian atau penetapan kepemimpinan. Lebih dari itu, Mubes menjadi ruang bersama untuk melakukan evaluasi terhadap perjalanan organisasi, menyatukan visi dan memperkuat komitmen seluruh anggota dalam menjaga nilai-nilai perjuangan serta tradisi keagamaan yang telah dibangun.
Majelis Dzikir Pancor Manis sendiri memiliki perjalanan panjang dalam membangun kehidupan keagamaan dan mempererat silaturahmi masyarakat. Karena itu, pelaksanaan Mubes ke-V diharapkan mampu menjadi titik penting untuk memperkuat eksistensi organisasi di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang terus berkembang.
Meneladani Perjuangan Ulama Dalam momentum tersebut, sosok Almaghfurlullah TGH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid, yang dikenal sebagai salah satu pahlawan nasional asal NTB, turut menjadi bagian penting dari semangat perjuangan yang menjadi inspirasi generasi penerus.
Nilai-nilai keulamaan, pendidikan, persatuan, dan pengabdian kepada masyarakat menjadi warisan yang perlu terus dijaga dan dikembangkan. Semangat tersebut dinilai relevan untuk menjadi landasan dalam membangun majelis yang semakin kuat, terbuka dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Kehadiran TGH. Muhammad Jamiluddin Syahid Al-Yazidi QH., S.Pd.I., selaku Pimpinan Majelis Dzikir Pancor Manis, juga menjadi bagian dari perjalanan majelis dzikir dalam menjaga kesinambungan pembinaan dan kegiatan keagamaan.
Mencari Kepemimpinan yang Amanah
Salah satu pesan utama yang tercermin dalam pelaksanaan Mubes ke-V adalah harapan agar lahir kepemimpinan yang mampu mengedepankan amanah, kebersamaan dan soliditas majelis.
Kepemimpinan ke depan diharapkan tidak hanya mampu menjalankan roda majelis secara administratif, tetapi juga memiliki komitmen kuat dalam memperkuat kegiatan keagamaan, membangun hubungan antargenerasi, serta memperluas manfaat Majelis Dzikir Pancor Manis bagi masyarakat.
Dengan demikian, hasil Mubes nantinya diharapkan tidak berhenti pada keputusan-keputusan internal majelis, tetapi dapat menjadi pijakan untuk menghadirkan program-program nyata yang menyentuh kebutuhan umat dan masyarakat.
Momentum Memperkuat Silaturahmi,
Mubes ke-V juga diharapkan menjadi ajang mempererat tali silaturahmi seluruh keluarga besar Majelis Dzikir Pancor Manis. Perbedaan pandangan dalam musyawarah merupakan bagian dari dinamika majelis, namun seluruh proses diharapkan tetap berada dalam bingkai persaudaraan dan semangat kebersamaan.
Pesan yang ingin dibangun sederhana namun penting: pergantian kepemimpinan tidak boleh memutus silaturahmi, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga terlihat dari hadirnya sejumlah tokoh dan unsur masyarakat.
Menatap Masa Depan Majelis Dzikir Pancor Manis
Dengan mengusung semangat kebersamaan, Mubes ke-V Majelis Dzikir Pancor Manis diharapkan mampu menghasilkan keputusan strategis dan kepemimpinan yang benar-benar mampu menjawab tantangan organisasi ke depan.
Jamaah pun menantikan hasil musyawarah tersebut, terutama bagaimana Majelis Dzikir Pancor Manis dapat terus berkembang sebagai wadah keagamaan, silaturahmi dan pengabdian kepada umat.
Mubes ke-V bukan sekadar tentang siapa yang memimpin, tetapi tentang ke mana Majelis Dzikir Pancor Manis akan melangkah.
Dari Hotel Lombok Garden Mataram, 5–6 September 2026, sejarah baru majelis dzikir diharapkan dapat kembali ditorehkan dengan semangat dzikir, sholawat, istighfar menjadi amanah, persatuan dan pengabdian.
(**)





