Dorong Terwujudnya Desa Berdaya,Dinas Kesehatan Provinsi NTB Bersama Dinas Kesehatan Kab. Lombok Tengah Gelar Workshop Surveilans Berbasis Masyarakat di Desa Pemepek

Nusa Brita | Lombok Tengah, 9 Juni 2026 , Upaya memperkuat, deteksi dini Penyakit Potensial Wabah, sistem pemantauan dan penanggulangan masalah kesehatan di tingkat desa terus digalakkan. Dinas Kesehatan Provisi NTB bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah menggelar kegiatan Workshop Surveilans Berbasis Masyarakat (SBM) dengan tema “Mendukung Terwujudnya Desa Berdaya”, yang berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 8 hingga 9 Juni 2026, bertempat di Lesehan Al-Haer, Desa Pemepek, Kecamatan Pringgarata.

Kegiatan ini dihadiri oleh 50 Peserta diantaranya para kader kesehatan, perangkat desa, tenaga kesehatan puskesmas, Babinsa, Bhabinkamtimas, Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian dan Peternakan, serta unsur masyarakat setempat. Acara ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam melibatkan peran aktif warga sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan lingkungan dan masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah melalui panitia Yahya S. Kep. dalam sambutannya yang dibacakan oleh perwakilan, menyampaikan bahwa Surveilans Berbasis Masyarakat merupakan strategi penting dalam sistem kesehatan. “SBM bukan sekadar program, melainkan cara kerja di mana masyarakat dilatih untuk mengamati, mencatat, dan melaporkan kejadian kesehatan atau peristiwa penting di lingkungannya secara dini. Dengan deteksi dini, penanganan masalah bisa dilakukan lebih cepat dan tepat, sehingga mencegah dampak yang lebih luas,” ungkapnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan sangat antusias. Para peserta tidak hanya dibekali teori, tetapi juga dilatih langsung cara mengidentifikasi gejala penyakit, memantau faktor risiko lingkungan, hingga cara menyampaikan laporan secara sistematis dan akurat. Materi yang disampaikan meliputi prinsip dasar surveilans, jenis penyakit yang perlu dipantau, peran kader dan masyarakat, serta mekanisme pelaporan yang terintegrasi dengan layanan kesehatan setempat.

Ketua Panitia Pelaksana menjelaskan bahwa lokasi kegiatan di Lesehan Al-Haer dipilih agar suasana belajar lebih santai namun tetap fokus, serta memudahkan partisipasi warga desa. “Kami ingin ilmu yang disampaikan mudah dipahami dan langsung bisa diterapkan. Desa yang berdaya dimulai dari masyarakat yang sadar, peduli, dan mampu mengelola kesehatan lingkungannya sendiri,” tambahnya.

Melalui workshop ini, diharapkan Desa Pemepek dapat menjadi salah satu desa percontohan dalam penerapan SBM di Kecamatan Pringgarata. Kader kesehatan diharapkan mampu menjadi motor penggerak, mengajak warga untuk menjaga kebersihan, pola hidup sehat, dan sigap melaporkan kejadian kesehatan yang tidak wajar.
Koordinator Kegiatan ini Wildan Hafiz, SKM, M.Kes menambahkan Bahwa Workshop SBM merupakan salah satu upaya deteksi dini dan kewaspadaan terhadap penyakit potensial KLB ungkapnya.
Kegiatan ini juga sejalan dengan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang terus didorong pemerintah. Dengan adanya masyarakat yang tanggap dan terlatih, tantangan kesehatan di tingkat desa dapat diatasi lebih efektif, dan pada akhirnya akan tercipta desa yang sehat, mandiri, dan berdaya saing.

Peserta berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di desa-desa lain, agar seluruh wilayah di Lombok Tengah memiliki kemampuan yang sama dalam menjaga kesehatan warganya.

(SHD/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *