Jelang Ramadhan, Ketua Baznas Pangkep Himbau Masyarakat Tunaikan Zakat Lewat Badan Lembaga Resmi

Nusabrita.com, Pangkep – Jelang Ramadhan, Ketua badan amil zakat nasional Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan menghimbau masyarakat menunaikan zakatnya lewat Badan atau lembaga resmi Baznas. Hal tersebut diungkapkan di ruang kerjanya kantor baznas gedung Islamic Center Jalan Sultan Hasanuddin kelurahan Paddoang Doangan kecamatan Pangkajene pada Senin 29 Desember 2025.

Disertai rekan-rekan kerjanya Ketua Baznas Pangkep HM Arif Arfah, LC kepada awak media menyampaikan himbauannya, mumpung masih jelang Ramadan ini bagi masyarakat Pangkep yang berkelebihan hartanya bisa ditunaikan zakatnya lewat badan yang resmi lembaga yang resmi yaitu badan amil zakat nasional Kabupaten Pangkep.

Mengawali himbauannya Ketua baznas H Muh Arif Arfah memaparkan bahwa ada Baznas pusat, Baznas provinsi, Baznas kabupaten-kota, di bawahnya baznas kabupaten kota ada unit pengumpul zakat (UPZ).

“Di Kabupaten Pangkep sendiri ada Ketua H. M. Arif Arfah, LC(dirinya; red), Wakil Ketua I Drs. H. Tajuddin Raja (Bagian Pengumpulan) Wakil Ketua II Hamsani, S.Ag (bagian pendistribusian dan pendayagunaan zakat), Wakil Ketua III Drs. H. Saharuddin (Bagian keuangan), Wakil Ketua IV Andi Tenri Waru (Bagian SDM),” ulasnya.

Dijelaskan, pengelolaan zakat di Pangkep ini sediaannya untuk seluruh masyarakat kita yang namanya mustahik itu yang berhak terima zakat, infaq dan sedekah. Di Pangkep ini kami kelola belum seberapa padahal potensi zakat di Pangkep bisa sekali mengentaskan kemiskinan dan mensejahterakan masyarakat lewat zakat infaq dan shadaqah.

“Baznas ini sesuai amanah undang-undang tahun undang-undang nomor 23 tahun 2011, Pengelolaan dan pendayagunaan zakat infaq dan sedekah, itupun berdasar dalam Alquran surat At-Taubah ayat 60. Zakat infaq dan sedekah yang dikelola oleh Baznas Pangkep itu diperuntukkan kepada delapan golongan penerima zakat (asnaf) yakni: Fakir, Miskin, Amil, Muallaf, Riqab, Gharimin, Fisabilillah, Ibnu Sabil,” tegasnya.

Menurutnya, penyaluran zakat tersebut disinergikan dengan lima program utama Baznas Pangkep sejalan dengan program prioritas Bupati Pangkep yaitu Dakwah dan Advokasi, Sosial Kemanusiaan, Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi.

“Salah satu program unggulan Baznas Pangkep adalah penyaluran bantuan sembako bulanan senilai Rp 250 ribu perbulan kepada 400 KK yang tidak terdaftar sebagai penerima PKH, BLT, maupun raskin. Bantuan tersebut berupa beras, minyak goreng, telur, dan gula. Pendataan penerima dilakukan oleh Babinsa, karena dinilai paling mengetahui kondisi riil masyarakat di lapangan. Setelah data masuk, pihak Baznas kembali melakukan survei langsung untuk memastikan kelayakan penerima,” lanjutnya.

Selain itu diungkapkan, Baznas Pangkep juga memiliki program pembinaan muallaf yang telah berjalan selama lima tahun, 2025 ini tercatat 20 orang muallaf mendapatkan pembinaan rutin setiap hari Sabtu, meliputi baca tulis Al-Qur’an, tata cara salat, penyelenggaraan jenazah, hingga pemberian modal usaha.

“Sosial kemanusiaan itu ada namanya Pangkep peduli; peduli banjir, kebakaran semuanya ini sosial kemanusiaan masuk juga di sini orang-orang tua jompo, orang miskin yang sudah tidak berproduksi itu kita bantu, termasuk ekonomi yang kita kasihkan untuk UMKM, itu orang-orang yang kita tambahkan modalnya,” tuturnya.

Disampaikan, Kesehatan yang banyak di rumah sakit sasarannya orang yang kurang mampu yang tidak mampu dibayar biaya rumah sakitnya, BPJS-nya orang yang mau melahirkan, orang yang mau disasak tapi tetap dalam lingkup kurang mampu.

“Pendidikan anak-anak sekolah yang kurang mampu, yang kemarin diberikan diberikan tas, semua dana inilah yang kami kelola, sebagian dari ASN yang ada di Pangkep ini kurang lebih 8000 baru 30% yang ikhlas dan sadar keluarkan zakatnya (baru 30% dari 80%). Mereka itu masuk dalam pendidikan golongan yang diambil adalah Ibnu Sabil, dari 305 sekolah di Pangkep ini ada 5/1 sekolah datanya itu diambil dari gurunya yang betul-betul kurang mampu dilengkapi dengan surat keterangan dari Kelurahan,” urainya.

Dipaparkan, data yang ada sekarang ini kita bisa lihat yang kita salurkan ke delapan golongan itu pada intinya bahwa seberat-berat mengelola seperti ini karena di samping tanggung jawabnya di dunia, berat tanggung jawabnya di akhirat.

“Dari ASN yang berzakat ini sama sekali tidak ada paksaan dan tidak ada semacam dipaksa untuk keluarkan infaq dan sedekahnya betul-betul ikhlas,” pungkasnya.

Ditambahkannya bantuan kursi roda termasuk pada kesehatan dan sembako yang kurang lebih sekitar 400 KK perbulan disalurkan yang terdata yang tidak dapat BLT tidak dapat raskin PHK baznas itu masuk dalam sosial kemanusiaan dari Asnad fakir miskin.

“Harus diakui bahwa dari beberapa kejadian seperti bencana ya biasanya Baznas duluan hadir daripada bagian sosial dan lain-lainnya,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *