Penguatan Peran Pendamping dalam Pendataan dan Program Ketahanan Pangan, TPP Pangkep adakan Rapat Koordinasi

Nusabrita.com, Pangkep – Dalam rangka Penguatan Pendampingan dalam Pendataan dan Program Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2025, TPP Kabupaten Pangkep adakan Rapat Koordinasi yang dihadiri oleh Seluruh TPP se-Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Tim Tenaga Ahli dan Sekretaris DPMD Kabupaten Pangkep yang berlangsung di Kafe Jangkar (10/04/2025)

Kegiatan Rapat Koordinasi yang bertemakan “Menguatkan Peran Pendamping Dalam Pendataan dan Program Ketahanan Pangan” ini sebagai Narasumber adalah Dzulfadhli dari Dinas PMD Kabupaten Pangkep, dan Tim Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten pangkep yaitu Mardini selaku Korkab, H.Abdul Ma’bud, Abdi Halim, Abdul Latif, Andi Ombong Sapada dan Wahyuningsih.

Mewakili Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Dzulfadli selaku Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Pangkep yang sekaligus membuka acara Rapat Koordinasi TPP Kabupaten pangkep menegaskan terkait Peran Pendampingan Indeks Desa dan Program Ketahanan Pangan yang dikelola oleh Bumdes.

“Dalam Tahapan pelaksanaan Indeks Desa, dipastikan di awali dengan Sosialisasi dan menghadirkan lintas Sektor disetiap Musyawarah” jelas Dzulfadhli

“Dalam Pelaksanaan ketahanan pangan, diharapkan dilakukan penguatan dan pendampingan terhadap Kesiapan dan Kelayakan Bumdes, sebelum pengelolaan berjalan di awali dengan memastikan Bumdes Layak Salur” tambah Sekretaris Dinas PMD Dzulfadhli.

Sebagai Koordinator Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Pangkep (Mardini) dalam materinya mengatakan Desiminasi Pengelolaan TPP Tahun 2025 yang mana telah dilakukan Audit TPP terutama penggunaan DRP oleh BPK dalam rangka memastikan kinerja pendamping.

“Pengisian DRP harus setiap hari dan Diskripsi harus lengkap yang memuat tujuan pendampingan, proses dan hasil pendampingan, dan sebelum di kirim ke PIC harus divalidasi secara berjenjang oleh PD atau Korcam” jelas Mardini.

Beberapa laporan yang harus di update adalah Laporan Penyaluran Dana, Laporan Penyaluran BLT DD dan BNBA, Realisasi Dana Desa 2024 (Sapras dan Non Sapras, Laporan Bumdesa/Bumdesma, Laporan Permasalahan, Laporan Peningkatan Kapasitas, RKTL Ketapang, RKTL Pengendalian Tahapan Pembangunan Desa, dan Data Akun Sosmed Pendamping.

Andi Ombong Sapada menyampaikan Indek Desa adalah pengukuran terhadap tingkat kemajuan dan kemandirian Desa dalam rangka pencapaian sasaran Pembangunan Desa yang berkelanjutan.  Indek Desa terdiri atas 6 komponen Dimensi yaitu Layanan Dasar, Sosial, Ekonomi, Lingkungan, Aksebilitas dan tata kelolo pemerintahan desa.

“Dari 6 komponen dimensi Indeks Desa tersebut, terdiri dari 13.5 sub dimensi dan 48 indikator pendataan indeks desa dilaksanaan melalui tahapan Perencanaan, Pelaksanaan dan Pemantauan dan Evaluai” jelas Andi Ombong Sapada.

Kegiatan rapat koordinasi ini dalam rangka mengevaluasi penyelesaian Monev Tahun Anggaran 2024 sekaligus Monitoring dan evaluasi progres Pembangunan Kegiatan Tahun Anggaran 2025.

Kegiatan Rapat Koordinasi dalam rangka penguatan Pendataan dan program ketahanan pangan ini di perkuat dengan diadakannya Diskusi dan tanya jawab antara peserta Rapat Koordinasi dengan Pemateri yaitu tim TAPM Kabupaten Pangkep.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *