Nusa Brita | Mataram, 13 Mei 2026 — Suasana hikmat, khidmat, dan kental dengan nuansa kekeluargaan menyelimuti pelaksanaan Musyawarah Wilayah I Pengurus Wilayah Jam’iyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah Ahlussunnah wal Jama’ah (JATMA ASWAJA) Nusa Tenggara Barat. Acara yang berlangsung di Golden Palace, Kota Mataram, Rabu (13/05/2026) ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat persatuan dan kiprah organisasi tarekat mu’tabarah di wilayah NTB.
Sebagai forum tertinggi organisasi, Muswil ini dihadiri langsung oleh para masyayikh, mursyid, perwakilan pengurus cabang dari seluruh kabupaten dan kota se-NTB, serta dihadiri pula oleh tamu undangan dari unsur pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan keagamaan. Kehadiran berbagai elemen tersebut mencerminkan harapan besar terhadap keberadaan JATMA ASWAJA sebagai wadah rohani dan sosial bagi masyarakat.
Melalui proses panjang yang berlandaskan prinsip musyawarah dan mufakat, para peserta secara bulat dan dengan suara aklamasi menetapkan Ustadz Mislahudin sebagai Ketua Pimpinan Wilayah JATMA ASWAJA NTB untuk masa bakti periode 2026–2031. Penetapan ini menjadi amanah besar yang diterima dengan penuh rasa syukur dan tanggung jawab.
Dalam sambutan pertamanya pasca-ditetapkan, Ustadz Mislahudin menyampaikan komitmen kuat untuk mengemban tugas tersebut dengan sebaik-baiknya. Ia menegaskan visi utama kepemimpinannya adalah menjadikan PW JATMA ASWAJA NTB sebagai wadah pemersatu bagi seluruh pengamal tarekat mu’tabarah, sekaligus hadir sebagai khadimul umat atau pelayan bagi kepentingan masyarakat luas.
“Insya Allah, kami akan senantiasa mengawal khittah atau landasan perjuangan JATMA ASWAJA, yaitu tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa, latifatul ruh atau kehalusan batin, serta pengabdian tulus untuk umat. Mari kita sadari, meskipun kita memiliki jalur tarekat yang beragam, namun kita tetap satu dalam ikatan cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya,” tegasnya dengan penuh ketenangan.
Dukungan dan bimbingan juga disampaikan oleh Majelis Irsyad wan Nasihah PW JATMA ASWAJA NTB. Lembaga ini menegaskan perannya yang akan senantiasa mendampingi serta memberikan arahan rohani, guna memastikan seluruh langkah dan program kerja organisasi tetap berada di jalan yang benar sesuai ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah. Sebagai bagian dari tim formatur, Majelis Irsyad juga menetapkan susunan pengurus tingkat daerah hingga cabang yang tersebar di seluruh kabupaten se-NTB agar struktur organisasi berjalan selaras dan terpadu.
Selain penetapan ketua, Muswil ini juga menetapkan YMH. Lalu Ibnu Hajar menduduki posisi Sekretaris PW JATMA ASWAJA NTB. Sosok yang juga dikenal sebagai Ketua Umum Sasaka Nusantara NTB ini menyampaikan rasa syukur sekaligus komitmen mendukung kepemimpinan yang baru terbentuk.
“Terbentuknya kepengurusan PW JATMA ASWAJA NTB ini bagaikan energi baru yang kita miliki. Semoga kehadiran wadah ini dapat semakin memperkuat keteguhan rohani umat, sekaligus melanjutkan semangat pengabdian sosial demi kebaikan dan kemajuan masyarakat di seluruh penjuru NTB,” ujarnya penuh harap.
Acara Muswil I ini ditutup secara khidmat dengan pembacaan doa bersama serta pembacaan Deklarasi Komitmen PW JATMA ASWAJA NTB. Dalam naskah tersebut, seluruh pengurus dan peserta bersepakat untuk senantiasa menjaga ukhuwah atau persaudaraan, merawat serta melestarikan warisan tarekat mu’tabarah, serta turut berkontribusi nyata dalam membangun kemajuan dan kesejahteraan umat serta daerah Nusa Tenggara Barat.





